How Late is Too Late? – Chapter 5 [END]

PhotoGrid_1492610418204

Sebelumnya: Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4

..

Ketika Donghae bilang ia ingin ditraktir, Jessica membayangkan mereka akan makan malam berdua di restoran mewah sambil berbincang hangat, membicarakan masa lalu dan merancang masa depan. Maka ketika Donghae menyebutkan nama sebuah kafe sederhana di dekat rumah sakit, gadis itu pun sedikit bingung. Terlebih lagi, ketika ia sampai di tempat yang sudah mereka sepakati, mantan kekasihnya itu ternyata tidak sendirian di meja yang sudah dipesan. Ada empat pria lain yang tampak lebih muda, menatap Jessica mendekat dengan pandangan kagum bercampur tidak percaya.

Continue reading “How Late is Too Late? – Chapter 5 [END]”

How Late is Too Late – Chapter 4

PhotoGrid_1492610418204

Sebelumnya: Chapter 1Chapter 2Chapter 3

..

Donghae membuka mata dan meraih ponsel yang ia letakkan di samping ranjang. Sudah hampir pukul tiga dini hari dan ia belum juga bisa tidur. Padahal, kegiatannya dua hari belakangan begitu menguras tenaga. Jadwal kerja di rumah sakit serta persiapan sebuah acara besar membuat pria itu nyaris menghabiskan 48 jam tanpa tidur. Sekembalinya dari rumah sakit, ia langsung mengempaskan tubuh di atas kasur, berharap tidak lama kemudian kantuk yang membayang bisa langsung membawanya menuju alam mimpi. Selama dua jam lebih ia hanya sibuk membolak-balik tubuh tanpa bisa benar-benar terlelap. Penyebabnya satu: sebuah pesan yang dikirimkan gadis dari masa lalunya.

Continue reading “How Late is Too Late – Chapter 4”

Who’s the Leader?

Postingan kali ini tidak akan jauh-jauh dari pembahasan mengenai Exo yang baru-baru ini comeback.

Saya mungkin termasuk fangirl yang bingung mau bersikap apa ketika akhirnya tahu bahwa untuk album kali ini, tidak akan ada K atau M. Mereka akan membuktikan bahwa mereka benar-benar satu, seperti apa yang selalu mereka ucapkan setiap kali tampil di acara televisi -we are one!

Exo membuktikan itu dengan tampil utuh sebagai boyband 12 member di (hampir) semua kegiatan yang mereka lakukan. Saya bukannya tidak suka melihat mereka bersama. Tapi semakin banyak anggota dalam satu grup, maka semakin sedikit part untuk masing-masing anggota, dan itu berarti semakin sedikit moment Kris muncul di depan kamera.

Continue reading “Who’s the Leader?”