Six First Kisses – Chapter 6 [END]

six-first-kisses-donghae

Sixth Kiss: Someone Who Comes Back

Salah satu hal menyenangkan dalam percintaan adalah ketika seseorang dari masa lalu datang kembali dengan rasa cinta yang sama banyak, tapi juga dibarengi oleh kedewasaan yang lebih banyak. Dalam kisah Donghae, seseorang itu menjelma dalam wujud wanita berparas anggun dengan senyum yang selalu tampak menyenangkan.

Bertahun-tahun telah berlalu sejak terakhir kali mereka bertemu. Meski selama kurun waktu itu mereka tidak sepenuhnya berhenti saling berkirim kabar, namun pertemuan hari ini tetap saja menghadirkan letupan perasaan rindu di hati keduanya. Sang gadis menutupi perasaan itu dengan tanpa henti mempermainkan sedotan dalam gelas berembun di depannya. Minuman bening dalam gelas tinggi itu dia aduk-aduk hingga menimbulkan denting halus kala bongkahan es kecil di dalamnya menabrak lapisan kaca gelas tersebut. Donghae, di sisi lain, melakukannya dengan lebih banyak berceloteh, berharap dengan setiap kata yang diucapkannya, rasa rindu itu bisa menguap sedikit demi sedikit.

Continue reading “Six First Kisses – Chapter 6 [END]”

Six First Kisses – Chapter 5

six-first-kisses-donghae

FIfth Kiss: Henry Lau

Peristiwa itu terjadi di atas panggung ketika Super Junior-M mengisi sebuah acara dalam rangka promo album terbaru mereka. Henry bilang, dia melakukannya semata demi menyenangkan penggemar, dan itu semua hanyalah wujud spontanitas, tapi Donghae masih belum bisa menerima alasan itu.

“Demi Tuhan, kau menciumku di bibir!” protes Donghae tak terima. Kedua tangannya disedekapkan di depan dada. Demi menjaga jarak dengan Henry yang duduk tepat di sampingnya, Donghae sengaja memojokkan tubuhnya lebih dekat dengan pintu van. Seolah belum cukup, dia juga melemparkan pandangan ke arah jendela, mengesankan bahwa dia lebih menikmati menghabiskan waktunya dengan memperhatikan pemandangan jalan yang sama sekali tidak menarik dibanding mendengar permintaan maaf Henry.

Continue reading “Six First Kisses – Chapter 5”

Six First Kisses – Chapter 4

six-first-kisses-donghae

Fourth Kiss: Min Sunye

Donghae tahu betul rasanya kehilangan, karena itu dia merasa perlu hadir di samping gadis yang baru saja kehilangan ayahnya itu. Donghae sadar kehadirannya bersama Heechul tadi saja sudah cukup untuk memancing tanya banyak orang, mengingat beberapa waktu lalu berita kedekatannya dengan leader Wonder Girls itu sempat menjadi tajuk berita di media-media online selama hampir seminggu penuh. Dia bisa membayangkan spekulasi macam apa yang akan beredar di kalangan para penggemar jika mereka tahu bahwa setelah semua tamu pulang, dia kembali ke rumah duka untuk menemani Sunye.

Continue reading “Six First Kisses – Chapter 4”

Six First Kisses – Chapter 3

six-first-kisses-donghae

Third Kiss: Lee Seungyeon

Donghae menatap pria itu berbaring tenang di hadapannya. Pria itu mengenakan setelan jas berwarna gelap yang membungkus tubuh kurusnya hingga terlihat berwibawa. Wajah tuanya tampak tampan dengan sapuan bedak tipis yang dengan sukses menutupi garis-garis usia yang biasanya tampak di sudut mata dan bibirnya.

Mata itu dulu selalu menyiarkan sorot penuh ketenangan dan kasih sayang. Bibir itu dulu selalu melengkung membentuk sebuah senyum bangga—senyum yang ditujukan kepada anak kebanggaannya. Sekarang mata itu tertutup tanpa ada kemungkinan akan terbuka lagi. Bibir itu tetap melengkung, tapi senyuman yang ada di sana bukan lagi sebuah senyuman bangga yang bisa dia berikan kepada Donghae. Hanya ada kehampaan yang tersisa di sana.

Continue reading “Six First Kisses – Chapter 3”

Six First Kisses – Chapter 2

six-first-kisses-donghae

Second Kiss: Jessica Jung

Darah muda. Semua yang Donghae lakukan bersama Jessica didasari alasan bahwa mereka sama-sama remaja yang terkekang jadwal latihan super padat hingga nyaris tidak mungkin bersosialisasi dengan orang-orang di luar lingkup manangemen yang menaungi mereka. Mereka berkencan dengan dalih terlalu terbiasa bersama hingga rasa nyaman itu muncul di benak satu sama lain. Mereka berpelukan untuk saling menenangkan rasa frustasi dan jenuh terhadap jadwal tidak manusiawi yang menghimpit. Mereka saling bertukar kecupan di waktu-waktu senggang karena hal itu membantu keduanya untuk terlihat normal, layaknya remaja seusia mereka yang sudah mulai mengenal interaksi dengan lawan jenis. Terkadang, mereka bahkan tidak ingin bersusah payah mencari alasan untuk setiap tindakan yang mereka lakukan. Keduanya sama-sama ingin, maka terjadilah yang telah terjadi.

Continue reading “Six First Kisses – Chapter 2”

Six First Kisses – Chapter 1

six-first-kisses-donghae

First Kiss: Sandara Park

Donghae mengepalkan tangannya kuat-kuat, berharap tindakan itu bisa meredakan emosinya meski hanya sedikit. Dia benar-benar marah saat ini, dan penyebab semua itu adalah seorang gadis yang kini tengah menangis di depannya.

Donghae bukannya terang-terangan melihat air mengalir dari sepasang mata indah itu. Sejak dia menginjakkan kakinya di kafe bergaya retro ini beberapa saat yang lalu, gadis di depannya sudah terlihat kacau. Dia menekuk lehernya, menenggelamkan wajah di antara meja dan kedua lengannya, membiarkan helaian rambutnya terurai menutupi wajah. Pria itu bisa berkesimpulan bahwa gadis di depannya sedang menangis karena ini bukan pertama kalinya dia menyaksikan pemandangan serupa.

Continue reading “Six First Kisses – Chapter 1”