Ketika orang meminta saya mendeskripsikan diri sendiri, maka yang pertama kali saya lakukan adalah ber-au-uh ria karena bingung harus memulai penjelasan itu dari mana.

Saya fangirl. Sejak kecil saya adalah seorang penggemar, tapi waktulah yang kemudian mengubah hal-hal yang saya gemari.

Dulu, saya adalah penggemar setia power ranger pink dan cita-cita terbesar saya waktu itu adalah membasmi kejahatan.

Beranjak remaja, saya mulai mengenal Hideaki Takizawa dan masa SMP saya berlalu dengan menggunting-gunting majalah demi membuat klipping—yes, you heard it right—yang memuat artikel tentang pria itu.

Selama SMA dan kuliah, saya jadi penggila sepak bola. Kecintaan saya kepada Frank Lampard dan Chelsea FC adalah alasan kenapa di akhir pekan saya sering bertengkar dengan orang rumah karena harus rebutan remote televisi (salahkan pihak penyelenggara Premier League karena menayangkan pertandingan yang bertepatan dengan jadwal sinetron kesayangan ibu saya).

Di pertengahan masa kuliah, saya mengenal seorang pria bernama Lee Donghae. Dan sampai bertahun-tahun berikutnya, pria itu jadi alasan saya untuk banyak hal.

Kenapa betah sendiri? Karena tidak ada pria yang bisa menandingi pesona Lee Donghae di mata saya. Kenapa seleramu bisa berubah dari seorang Frank Lampard yang macho ke Lee Donghae yang cengeng dan cantik ganteng? Karena cinta tidak bisa memilih kepada siapa ia akan jatuh. Kenapa di saat banyak fangirl beralih ke idola yang lebih segar, kau bertahan pada pria melankolis yang tidak sadar umur itu? Oh, bukannya saya tidak pernah berusaha berpindah hati. Tapi mau bagaimana lagi, Lee Donghae dan segala pesonanya yang weirdly mesmerizing itu seolah menahan saya untuk tidak benar-benar beralih ke lain hati. Kenapa menulis fanfiction? Karena memang sejak dulu saya suka menulis. Membayangkan bahwa tokoh dalam cerita saya adalah pria yang benar-benar berwujud adalah sebuah kesenangan tersendiri.

Selain fakta bahwa saya adalah seorang fangirl, hal lain yang bisa saya tulis di sini mungkin tidak banyak. Dulu, awal-awal saya berkenalan dengan Kpop, teman baru saya selalu melakukan sesuatu yang disebut intro, di mana saya harus membalas dengan menyebutkan nama, tahun kelahiran, fandom, dan bias—nama artis Korea yang kita idolakan.

Saya tidak bisa menyebutkan nama lahir saya di sini. Yang jelas saya lahir tahun 1990, berbeda beberapa hari dengan Kim Minseok-nya EXO. Beberapa pembaca memanggil saya dengan sebutan eonni, kakak, atau author-nim. Saya sih tidak keberatan dipanggil apa saja, selama masih enak didengar. Fandom dan bias saya sudah jelas (saya bahkan menuliskannya dengan terperinci di beberapa postingan). Saya lahir dan besar di sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan, kemudian hijrah ke ibukota negara untuk melanjutkan kuliah. Saya menyambung hidup dengan menjadi pengajar di salah satu universitas di daerah Jakarta Timur. Waktu luang saya yang berharga biasanya saya gunakan untuk tidur, membaca (dan sesekali menulis), menonton film romantis (termasuk drama Korea), dan mencintai Lee Donghae >///<

Advertisements