scarlet-heart-moon-lovers

Jam segini, seharusnya saya tidur. Kalaupun tidak, seharusnya saya lanjut menyelesaikan pekerjaan yang masih menggunung di atas meja. Tapi pertanyaan yang menjadi judul postingan ini benar-benar mengganggu pikiran saya.

Jadi, karena belakangan ini saya stress akibat urusan kerjaan, saya memutuskan untuk mencari penyegaran dengan nonton drama. Teman saya merekomendasikan dua drama yang sama-sama punya kata Moon di judulnya: Love in the Moonlight dan Moon Lovers (Scarlet Heart Ryeo). Dan dengan mengesampingkan kecintaan saya terhadap makhluk bernama Park Bogum, saya memilih menonton Scarlet Heart.

Lucu juga bagaimana akhirnya pilihan saya jatuh pada drama ini. Saya bukan orang yang dengan mudah memakan mentah-mentah kata-kata orang, karena itu sejumlah review di beberapa situs nyaris tidak ada pengaruhnya. Dari segi cast, tiga pemeran utamanya bukan favorit saya. Dari segi cerita, well, saya tidak pernah setertarik itu pada drama berlatar kerajaan. Belum lagi ketika saya mengintip rating drama ini di situs asianwiki dan kebanyakan episodenya bahkan tidak masuk dalam jajaran Top 20. Saya memilih drama ini setelah mendengar dan membandingkan dua OST-nya. Konyol? Mungkin. Tapi saya tidak menyesali pilihan saya.

Dari segi plot, Scarlet Heart adalah drama yang memuaskan dahaga saya akan sebuah kompleksitas yang disajikan dengan apik. Saya bahkan menyukai bagaimana cepatnya IU tertarik kembali ke masa Goryeo (sepertinya penulisnya tidak ingin berlama-lama menceritakan kehidupan tokoh utama wanita di masa modern. Dan honestly, in my opinion, penjelasan mengenai latar belakang kehidupan IU di masa modern sudah cukup terwakili oleh percakapan singkatnya dengan si pengemis misterius, juga dialognya dengan beberapa orang yang ia temui di masa Goryeo).

Setelah itu, cerita berjalan cepat dan mulus. Kehidupan barunya sebagai Hae Soo dimulai. Dengan dalih hilang ingatan, ia memulai semua dari awal lagi; mengenal orang-orang di sekitarnya, membaca dan menyesuaikan diri dengan keadaan, termasuk mempelajari aksara lama yang keriting-keriting memusingkan itu.

Tentu saja, love line dari para tokohnya selalu menjadi perhatian utama saya dalam setiap drama, dan drama ini menyajikan setidaknya tujuh love line yang semuanya berawal/berakhir dengan cantik menurut saya. Garis bawahi kata cantik, karena cantik belum tentu manis.

  • Hae Soo – Wang Wook

Saya rasa sama sekali tidak ada yang aneh ketika Hae Soo dan Wang Wook dengan mudahnya jatuh cinta kepada satu sama lain. Digambarkan sebagai sosok pangeran tampan dan selalu berposisi sebagai pengayom sekaligus penengah di antara saudara-saudaranya, tentu saja Wook punya modal lebih dari cukup untuk membuat wanita jatuh hati. Sedangkan Hae Soo, dengan kepribadiannya yang ceria dan berbeda dari kebanyakan gadis di jaman itu, membuat Wook merasa menemukan sebuah kehidupan yang baru saat bersama Hae Soo.

  • Hae Soo – Wang So

Peralihan perasaan Hae Soo dari Wang Wook ke Wang So menurut saya sangat subtil. Semua terjadi tidak secara tiba-tiba, tapi penuh tahapan dan memakan waktu tidak sebentar. Kegigihan Wang So yang bahkan rela melepas peluangnya untuk menjadi raja hanya untuk bisa membawa Hae Soo lari dari istana, juga ciuman-ciuman yang mereka bagi (sebagian dicuri) merupakan highlight hubungan mereka di drama ini. Perubahan sikap Wang So bisa dimaklumi, karena keadaan membuat mereka sama-sama tidak berdaya.

  • Hae Soo – Wang Jung

Karena sepertinya pasangan ini akan berjaya di episode-episode akhir, dan karena saya personally cinta banget sama Ji Soo sejak melihat dia di drama Cheer Up, maka pasangan ini saya masukkan ke dalam list favorit. Wang Jung is just too perfect. Keseringan jadi second lead, setidaknya di drama ini seharusnya dia bisa bersama dengan gadis yang ia sukai, meski cuma sebagai pelarian.

  • Wang Eun – Soon Deok

Oh, seharusnya pasangan ini saya tempatkan di urutan teratas because seriously, kisah cinta mereka sangat memperngaruhi saya secara emosional, melebihi kisah cinta tokoh utama. Biarpun cheesy, tapi melihat interaksi Wang Eun dan istrinya, mulai dari pertengkaran sampai malam indah yang mereka lewati sebelum akhirnya harus meninggal bersama, rasanya sangat menghibur. Saking sukanya, saya sampai bersorak (dalam hati, sih) ketika foto ini diunggah ke instagram dan Baekhyun mengomentarinya.

img_20161027_000658
Aren’t they sweet? 🙂
  • Raja Taejo – Dayang Oh

Episode ketika Dayang Oh menemui Raja Taejo untuk memintanya menangguhkan hukuman Hae Soo, yang kemudian berakhir dengan keputusan Raja untuk melepaskan dayang kesayangannya ini sukses membuat saya menitikkan air mata. Bagaimana tidak, ketika kau menyukai seseorang dan hanya bisa berdiri di sampingnya sebagai seorang pelayan, dan ketika kau berstatus sebagai seorang Raja tapi tidak bisa melakukan apa-apa untuk bisa bersama dengan orang yang kau sayangi karena tidak ingin posisimu tergeser, bukankah itu menyakitkan? Apalagi ketika Raja Taejo akan meninggal dan yang ia cari adalah teh buatan Dayang Oh. Belum lagi ketika kedua istri resminya sudah ada di sampingnya untuk menemani dia di saat-saat terakhirnya dan yang dia ingat cuma Dayang Oh, bukankah itu menyedihkan?

  • Baek Ah – Woo Hee

Berasal dari dua kerajaan yang pernah saling berselisih. Keluarga Baek Ah dibunuh oleh keluarga Woo Hee. Pertemuan pertama yang juga tidak romantis. Lucu sekali bagaimana mereka akhirnya bisa saling jatuh cinta.

  • Wang Wook – Madam Hae Ssi

Biarpun porsi cerita mereka tergolong minor, tapi saya tetap menikmati adegan-adegan di mana Madam Hae (saya lupa siapa nama lengkapnya) tetap bisa tersenyum bahkan ketika ia tahu bahwa suaminya menyukai gadis lain. Tatapan-tatapan yang ia layangkan ke arah suaminya setiap kali Wook tersenyum melihat Hae Soo bagi saya romantis dan menyedihkan di saat bersamaan.

This drama is really well-written. Simply perfect! Saya tidak berniat membahas konflik politiknya di sini because despite the great-twisting plot, seriously, it really is mentally draining. Pokoknya, kecuali tata musik yang payah di dua episode awal, semua hal tentang drama ini adalah sesuatu yang layak diacungi jempol.

Nah, pertanyaannya, bagaimana drama ini akan berakhir?

Menurut informasi yang saya baca, drama ini didasarkan pada novel berjudul Bu Bu Jin Xing karya Tong Hua dan sudah pernah diangkat menjadi drama dengan judul yang sama di negeri asalnya, China, pada tahun 2011 lalu. Meski demikian, penulis naskah tentu saja tidak mau begitu saja memindahkan isi cerita di dalam novelnya ke dalam versi layar kaca ataupun mengkarbon kopi versi Chinanya. Dengan memadukan cerita di dalam novel dengan kisah raja keempat kerajaan Goryeo (yang terkenal kejam karena tidak segan-segan membunuh para lawan politiknya), jadilah drama ini sebagai sebuah tontonan yang sangat menghibur yet frustrating.

Beberapa perbedaan substansial antara Scarlet Heart versi China dan Korea misalnya:

  • Di versi China, tokoh utama wanita kembali ke masa lalu setelah mengalami kecelakaan lalu lintas hingga harus terbaring koma di rumah sakit, sedangkan di versi Korea, tokoh utamanya kembali ke masa Goryeo karena nyaris tenggelam setelah menyelamatkan seorang anak di danau.
  • Pada penunjukan pewaris, di versi China, putra mahkota digambarkan sebagai sosok yang sangat tidak kompeten. Alasan inilah yang memacu keinginan pangeran-pangeran lain untuk merebut tahta. Sedangkan di versi Korea, well, as you can see, sebelum naik tahta, Wang Moo tidak seburuk itu menurut saya. Dia jago berperang dan meski tidak sebijak Wang Wook, dia cukup perhatian kepada saudara-saudaranya.
  • Tokoh utama wanita di Scarlet Heart versi China (saya lupa namanya) dijadikan tukang cuci karena berulang kali menolak upaya Raja untuk menjodohkannya dengan Pangeran ke-14. Ketika Raja mengancam akan menjadikannya tukang cuci, dia lebih memilih itu daripada menjadi istri Pangeran ke-14. Sedangkan di versi Korea, Rajanya tidak hidup cukup lama untuk melakukan itu semua. Bahkan kenyataan kalau Wang Jung (Pangeran ke-14) jatuh cinta pada Hae Soo baru diketahui di episode empat belas (coincidence?) ketika ia membantu upaya Seon Dook melarikan diri dari istana bersama suaminya. Hae Soo dijadikan tukang cuci setelah kasus Dayang Oh.
  • Saudara-saudara tokoh utama pria yang pada versi China-nya tidak ada yang meninggal dengan tragis. Mereka memang bersaing untuk mendapatkan posisi raja, tapi tidak dengan saling membunuh dengan cara kejam seperti yang terjadi di versi Korea.
  • Di versi China, yang dituduh berkhianat adalah Pangeran ke-13. Itu pun karena dia ingin melindungi Pangeran ke-4 dari tuduhan. Hukumannya juga cuma sejenis kurungan rumah dan itu berakhir ketika Pangeran ke-4 naik tahta, bukannya hukuman mati seperti yang dialami Wang Eun (Pangeran ke-10). Saya benar-benar patah hati karena adegan kematian Pangeran Wang Eun dan istrinya. Who says Byun Baekhyun’s acting is terrible? Cause I literally smiled when I saw him being lovey dovey with his wife and cried like a fool when they died.

Baiklah, lupakan Wang Eun dan mulai fokus pada inti postingan.

Di versi China-nya, setelah hubungan kedua tokoh utama merenggang dan Pangeran ke-8 memberitahukan kepada Raja perihal affair yang pernah ia lakukan dengan tokoh utama wanita di masa lalu, Raja menjadi sangat marah dan mengusir tokoh utama wanita (well, I seriously forget their name. Can I just call her Wang So, Hae Soo, and Wang Wook?). Hae Soo kemudian menerima lamaran Wang Jung dan mereka hidup di luar istana sebagai pasangan suami-istri. Wang Jung, meski sepenuhnya tahu bahwa Hae Soo tidak pernah menyukainya, tetap memperlakukan istrinya dengan sangat baik. Sampai akhirnya penyakit Hae Soo memburuk (ini komplikasi tekanan batin, pernah berlutut di bawah hujan selama berhari-hari, dan ketika ia bekerja sebagai buruh cuci), ia menyampaikan kepada Wang So bahwa Hae Soo menunggunya. Setiap hari Hae Soo mengenakan pakaian terbaiknya, menunggu Wang So datang, tapi pria itu tidak pernah muncul. Hae Soo meninggal di masa lalu, kemudian jiwanya kembali ke masa modern dan dirinya yang terbaring koma di rumah sakit akhirnya sadar. Ingatan akan semua peristiwa yang ia alami ketika hidup di masa lalu masih tetap ada.

Setelah sehat, ia mengunjungi museum yang memamerkan semua peninggalan Kerajaan Goryeo. Di sana ia melihat dan memastikan bahwa apa yang dialaminya selama terbaring koma ternyata benar-benar terjadi. Lalu, karena teringat akan kisah cintanya dengan Wang So, gadis itu menangis di depan sebuah lukisan. Dan tidak jauh dari tempatnya berdiri, ada seorang pria yang memperhatikan dirinya. Pria itu memiliki wajah yang sama persis dengan Wang So.

Sejujurnya, saya punya dugaan kuat bahwa ending Scarlet Heart versi Korea akan sama dengan versi China. Sudah tipis sekali harapan untuk bisa melihat Hae Soo dan Wang So untuk bisa bersama-sama. Selain karena bekas luka yang membuat Hae Soo tidak bisa menjadi istri raja, adegan di penghujung episode 18 juga menguatkan dugaan saya. Hae Soo mengajar Wang Jung untuk lari dari istana, sedangkan di sisi lain Wang So marah besar saat mengetahui bahwa Hae Soo dan Wang Wook pernah berencana untuk menikah.

Selain itu, saya sempat melakukan riset kecil-kecilan bermodal Wikipedia. Gwangjong, gelar yang diberikan kepada pangeran ke-4 setelah naik tahta, tercatat dalam sejarah hanya memiliki dua orang istri; keponakan dan saudara tirinya. Kita sudah melihat dia menikahi anak Wang Moo karena kasihan melihat anak itu akan dinikahkan ayahnya dengan seseorang dari Khitan, juga ketika dia menikahi Yeon Hwa demi mendapat dukungan untuk menguatkan posisinya sebagai seorang raja. Di sejarah tidak tercatat dia memiliki satu pun selir. Lima orang anaknya semua berasal dari Ratu Daemok (gelar yang diberikan kepada Yeon Hwa). Ini sesuai dengan apa yang diucapkan Wang So kepada istrinya saat awal pernikahan mereka, bahwa jika Yeon Hwa bersedia menkhianati keluarganya, Wang So akan menjadikan dia sebagai satu-satunya istri.

Saya juga entah bagaimana sangat yakin bahwa Hae Soo dan Wang So akan betemu lagi di masa depan sebagai dua orang yang saling asing. Namun, karena memiliki ingatan akan peristiwa di masa silam, Hae Soo tanpa ragu kembali menjatuhkan hatinya pada jelmaan Wang So yang ia temui di masa depan. Dasar pemikiran ini? Tentu saja dari OST-nya. Coba perhatikan potongan lirik lagu For You yang dinyanyikan Baekhyun, Chen, dan Xiumin di bawah ini:

It’s a different place, a different time

But my love is right

Even by your scent that passes with the wind

I know it’s you

You can pass me by because you forgot about me

Until you remember, I will wait for you

Saya selalu percaya bahwa OST tidak dibuat hanya sebagai tempelan untuk mempermanis sebuah adegan. OST selalu mewakili setiap moment di dalam sebuah drama, karena itu drama Korea punya begitu banyak lagu pengiring hanya untuk satu judul drama. Dan untuk lagu For You ini, dia diperkenalkan sejak awal drama bergulir dan tidak pernah benar-benar muncul untuk mengiringi sebuah adegan.  Karena itu, saya berpikir bahwa lagu ini akan muncul di waktu yang tepat, yakni ketika Hae Soo dan Wang So bertemu lagi di masa depan, dalam keadaan Hae Soo mengingat semua kisah cinta mereka di masa lalu, tapi Wang So sama sekali tidak ad aide mengenai apa yang terjadi.

Well, ini hanya dugaan. Semua hanya didasarkan pada hasil googling dan dicocokkan dengan apa yang sudah terjadi di episode sebelumnya. Tapi sungguh, biarpun apa yang saya tulis masih besar kemungkinan akan meleset, and I fully aware that people hate a bittersweet or sad ending, saya berharap ending-nya akan seperti dugaan saya. A happy-lovey-dovey ending simply won’t suit this drama.

Anyway, here’s a bonus for you: a relationship scheme of all major characters:

moon-lovers-scarlet-heart-relationship-scheme

Update 01/11/2016:

Seperti yang sudah diperkirakan banyak fans, akhir Scarlet Heart versi Korea memang tidak jauh beda dari versi China. Kalaupun ada yang membedakan, itu terletak pada endingnya yang jauh lebih mematahkan hati.

Jadi, Hae Soo benar-benar menikah dengan Wang Jung. Mereka menjalani hidup yang tenang di luar istana, sesuai harapan Hae Soo. Sayangnya, sebagai Jung-Soo shipper, saya harus patah hati melihat bagaimana cinta Jung kepada Hae Soo harus tetap bertepuk sebelah tangan meski mereka sudah berstatus sebagai pasangan suami-istri. Satu-satunya malam di mana mereka sekamar adalah ketika Wang So diam-diam datang untuk melihat perkembangan hidup kekasihnya (and damn that coincidence!). Hae Soo menemani Jung berlatih ilmu pedang, tapi sambil melukis wajah Wang So. Hae Soo melahirkan anak Wang So, dan meminta Jung merawatnya. Hae Soo meninggal di dalam pelukan Jung, tapi yang terus dipikirkannya hanya Wang So. Oh, my poor heart was really breaking

Dan iya, Hae Soo punya anak. Kalau di versi China-nya si tokoh utama wanita mengalami keguguran (dan ini menjadi salah satu penyebab penyakitnya memburuk), maka di versi Korea anak itu lahir dan tumbuh menjadi gadis yang lucu dan cantik. Kalau ada yang bertanya kapan Hae Soo hamil, maka ingat saja kalau dia pernah menjadi kekasih raja. Apa yang tidak mungkin terjadi antara sepasang kekasih, terlebih ketika ini melibatkan seorang pengampu kekuasaan tertinggi dalam suatu negara? Raja Taejo dan Dayang Oh saja pernah mengalami hal yang sama.

Setelah semua drama di era Goryeo berakhir, Hae Soo kembali ke masa modern dan menjalani hidupnya sebagai Go Hajin. Dia terbangun di atas ranjang yang nyaman di dalam kamar tidurnya. Dan tentu saja, dengan ingatan masa lalu yang masih melekat jelas di kepalanya. Personally, saya merasa bagian ini agak terlalu diburu-buru. dari dialog antara dia dengan rekan kerjanya, memang disebutkan kalau waktu sudah meloncat setahun setelah kejadian dia hampir tenggelam di danau. Tapi seperti tidak ada upaya dari screenwriter-nya untuk menjelaskan apa yang terjadi setelah itu. Bagaimana Hajin bisa selamat? Bagaimana dia bisa memperoleh rumahnya kembali? Dan apa kabar dengan kekasih serta teman yang mengkhianatinya? Kalau saya menyukai bagaimana di episode pertama kehidupan masa modern Hajin tidak terlalu dieksplor, maka di ending ini saya merasa itu menimbulkan sebuah plot hole.

Terlebih lagi, tujuan utama adanya penggambaran kehidupan Hajin di masa modern (setidaknya bagi saya) adalah adegan ketika ia bertemu lagi dengan jelmaan Wang So. Harapan ini saya pikir benar-benar akan terwujud ketika melihat dia datang ke semacam eksibisi yang menampilkan lukisan-lukisan kehidupan raja di era Goryeo. Sayangnya, yang ada di sana hanya Jimong yang kebetulan bertindak sebagai penyelenggara. Tidak ada pria yang mirip Wang So. Tidak ada adegan di mana mereka akan merajut kembali kisah cinta mereka yang terpaksa harus berakhir tragis di era Goryeo. Yang ada hanya adegan di mana wajah Wang So di-close up dan ia berjanji akan menemukan Hae Soo meski mereka berada di dunia berbeda. Setelah itu, potongan-potongan adegan manis mereka sejak awal bertemu muncul untuk menutup film. Oh, dan seperti dugaan, lagu For You-nya trio Exo menjadi pengiring untuk adegan terakhir ini.

A fvcked-up ending, isn’t it? Seolah-olah, kehidupan masa modern Hajin hanya sebuah tempelan. Memang, tujuannya untuk membuat Wang So dikenal sebagai raja yang hebat instead of kejam  tercapai, tapi masa cuma itu?

Advertisements

One thought on “Bagaimana Ending Scarlet Heart Ryeo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s