image

So lately, I find myself being so in love with a story called Noblesse.

Dari jaman teman saya (yang seorang mantan anime/manga freak) mulai heboh sama webtoon satu ini sampai akhirnya sekarang dia tobat, saya sama sekali tidak punya ketertarikan untuk ikut membaca. In my defence, waktu itu membaca fanfiction selalu terasa jauh lebih menyenangkan dibanding membaca sebuah cerita bergambar yang per chapternya kadang hanya dipenuhi adegan yang sebenarnya kalau dinarasikan bisa disajikan dalam dua atau tiga paragraf singkat saja.

Tapi memang sepertinya saya ditakdirkan telat untuk menyukai banyak hal. Lihat saja OTP-OTP saya yang baru mulai saya sukai ketika momentnya sudah berlalu itu. Hal yang sama berlaku pada cerita ini. Di tengah kebosanan menjalani long-weekend tanpa cukup persediaan bacaan dan film terbaru, saya akhirnya menjatuhkan pilihan pada cerita ini.

Kesan Pertama

Beberapa episode awal, saya agak terganggu sama sejumlah hal. Raizel diceritakan sebagai seorang yang sangat tampan hingga semua orang yang melihat pasti akan melirik. Sayangnya, menurut saya kesan itu tidak bisa dibangun dengan kualitas gambar yang saya dapati. Ditambah lagi, per chapter itu ceritanya relatif pendek dan ada beberapa dialog yang menurut saya tidak dialihbahasakan dengan baik. Butuh membaca belasan chapter untuk akhirnya bisa meraba apa yang terjadi di cerita ini. Kata Noblesse yang dijadikan judul untuk cerita ini  pun baru muncul setelah chapter tiga puluh. Satu hal yang membuat saya bertahan membaca—selain rasa bosan dan tidak tahu mau melakukan apa lagi—adalah humor-humor ringan yang diselipkan dengan sangat rapi dan dalam porsi yang begitu pas hingga rasanya cerita berjalan begitu mulus. Rasanya sulit sekali untuk tidak jatuh cinta pada cerita ini setelah mencicipi semua kelucuan yang ditebar author-nya sepanjang cerita.

Kenapa Noblesse Harus Dibaca?

Bagi saya, Noblesse ini adalah paket lengkap.

Memangnya apa yang diharapkan pembaca dari sebuah cerita?

Penokohan setiap karakter di cerita ini sangat sempurna menurut saya. Masing-masing punya keunikannya tersendiri hingga ketika mereka berinteraksi satu sama lain, adegan demi adegan bisa dibangun dengan begitu baik. Bahkan seorang Dr. Crombell yang merupakan antagonis utama di cerita ini harus diakui kalau dia adalah seorang penjahat yang cerdik. Ragus Tradio dan para mantan family leader yang diceritakan berkhianat sekali pun tetap diberikan karakterisasi yang kuat hingga apa yang mereka lakukan tidak terkesan tanpa alasan—biarpun alasan itu belum tentu selalu bisa diterima.

Konflik dibangun dengan sangat rapi. Kemunculan karakter-karakter yang selalu lebih kuat dari yang sebelumnya membuat perkembangan kerangka cerita berlangsung begitu mulus. Kita seperti dibuat tidak sabar untuk membaca kelanjutan cerita. Waktu seminggu yang harus dihabiskan untuk menunggu chapter berikutnya terbit kadang terasa begitu lama, apalagi kalau cerita sudah mencapai cliffhanger. Harus diakui, sebuah pertarungan kadang memakan waktu terlalu lama hingga ketika chapter terbaru dirilis, pembaca butuh menengok beberapa chapter sebelumnya agar keseruan cerita bisa lebih terasa.

Humor. Jangan ditanya. Ini tersebar apik hampir di seluruh chapter. Tengok saja adegan saat pertama kali Raizel bertemu dengan cinta sejatinya (baca: ramyeon), hal-hal lucu yang timbul karena ketidaktahuan Raizel akan teknologi, Frankenstein dengan segala kelakuan nakalnya yang membuat Rai selalu geleng-geleng kepala, ulah para nobles ketika masuk dunia manusia dan interaksi mereka (setidaknya) dengan Shinwoo dkk, juga Tao, Karius, dan Lord (the hilarious previous one) yang hampir setiap kemunculannya selalu disertai lelucon. Kadang dialog antartokoh sudah berjalan begitu serius, tapi tiba-tiba lelucon konyol itu muncul dan gubrak! Bahkan saat adegan pertarungan yang seharusnya menegangkan sekalipun bisa tiba-tiba dirusak karena ucapan atau celetukan singkat para tokohnya—dalam hal ini, Frankenstein dan segala kekocakannya saya nobatkan sebagai juara.

Friendship and brotherhood. Ini juga tersebar dari awal sampai sekarang cerita masih berlanjut. Kisah persahabatan Rai dengan para manusia dan para penghuni Lukedonia adalah kisah yang begitu solid. Meski terkadang kehadiran para Elder dari Union dan anak buahnya merusak kebersamaan itu, tapi setelah semua terjadi, ikatan antara mereka justru semakin kuat. Begitu pun halnya dengan cerita persaudaraan yang terjalin. Mengingat kebanyakan tokohnya adalah pria, tentu akan banyak ditemukan moment brotherhood menjurus bromance di sini. Tidak mengherankan jika banyak yang menjadikan Rai x Frankenstein sebagai OTP mereka. Saya pun mengakui, moment kedua tokoh ini selalu berarti, mulai dari yang konyol sampai yang serius sekalipun. Tapi secara pribadi, saya lebih menyukai hubungan persaudaraan antara Kertia Siblings.

Romance. Yah, tentu saja ini dicari oleh baca pembaca, terutama para fangirl. Meskipun porsinya sangat minim, tapi membaca lebih dari empat ratus chapter membuat saya akhirnya punya dua OTP sejauh ini.

Pertama, Raizel dan Laskrea. Alasannya? Well, mereka cocok, itu saja. Sebagai dua orang pemegang kekuasaan tertinggi di Lukedonia, sepertinya tidak salah jika akhirnya mereka berdua berakhir bersama. Apalagi ayah Laskrea—Lord sebelumnya—jelas-jelas menginginkan putrinya punya ikatan istimewa dengan Raizel. Lihat saja adegan ketika dia berulang kali menyuruh putrinya mengujungi mansion Raizel tanpa tujuan yang jelas hingga mereka akhirnya hanya duduk berdua selama berhari-hari tanpa terlibat percakapan berarti, juga ketika dia membagi dua soul weapon-nya dan membaginya masing-masing kepada Raizel dan Lascrea hingga keduanya  secara tidak langsung punya alasan untuk terlibat dalam lebih banyak interaksi. Juga jangan lupakan adegan-adegan ketika Lascrea ikut bersekolah dan mereka duduk sebangku. Ah, My feels!! >////<

OTP kedua saya adalah Rael dan Seira. Awalnya saya berpikir Rael ini jahat dan hanya mendekati Seira karena ingin menjadi family leader, ditambah lagi Seira sepertinya lebih menaruh perhatian kepada Shinwoo dan terus-terusan menyebut Rael bukan tipenya, rasanya jadi tidak ada alasan untuk mendukung couple ini. Tapi belakangan, terungkap bahwa kepedulian Rael kepada Seira selama ini tulus. Lihat saja bagaimana dia bisa melakukan hal-hal konyol dan melukai egonya sebagai noble yang selalu digambarkan selalu bersikap sombong dan terlalu bangga pada statusnya sebagai seorang bangsawan hanya demi mendapatkan perhatian Seira.

Anime Version

Sampai saya menulis postingan ini, sudah ada dua versi anime dari cerita ini. Pertama Awakening yang merupakan rangkuman dari season pertama. Video ini bisa ditonton di channel Youtube Official Line dengan kualitas gambar bagus dan terjemahan yang rapi. Menurut saya, Nobblesse Awakening ini adalah anime tidak perlu, kecuali kalau memang nanti akan ada kelanjutannya. Kalau hanya ini saja, mending tidak usah. Toh ceritanya juga terlalu diburu-buru hingga keseruan yang didapatkan saat membaca versi manhwa-nya jadi berkurang drastis. Saya merasa kehilangan banyak sekali moment berharga di sini.

Kedua, Beginning of Destruction yang merupakan sebuah prekuel dan side story dari cerita asli. Di beberapa chapter memang sudah disebutkan bahwa tidur selama 820 tahun yang dialami Raizel merupakan akibat dari pertepuran hebatnnya dengan Muzaka yang merupakan sahabatnya sendiri. Sudah dijelaskan pula bahwa pertempuran ini terjadi karena Muzaka marah kepada manusia yang telah membunuh Ashleen, anaknya. Versi OVA ini mengungkap kejadian sebenarnya, dan seperti sudah bisa ditebak, apa yang diketahui melalui potongan percakapan di versi asli Noblesse sangatlah jauh dari kenyataan. Noblesse OVA: Beginning of Destruction bisa ditonton di sini. Ini adalah link pertama yang menyediakan Noblesse OVA versi lengkap dan juga dilengkapi dengan subtitle Bahasa Inggris. Sayang sekali kualitasnya masih sedikit kurang memuaskan, jadi kalau kemampuan bahasa Korea masih dalam level parah—menurut sebuah sumber yang tidak terlalu bisa dipercaya, parah setingkat lebih baik daripada payah—harap tabah saja menonton dengan english sub yang muncul setengah-setengah.

Another Story of Noblesse

Selain versi anime dan tentu saja, versi aslinya, kisah Raizel juga bisa dinikmati melalui petualangannya menyelamatkan sebuah desa yang diserang makhluk penghisap energi. Blood Stone dan kekuatan mengerikan yang terkandung di dalamnya mulai diperkenalkan di cerita sepanjang sepuluh chapter pendek ini. Secara pribadi, ini bukan sesuatu yang benar-benar terasa feel Noblesse-nya. Tidak ada Frankenstein dan tokoh familiar lain di sini, hanya ada Lord (the hilarious previous one) dan Gechutel yang muncul di beberapa panel di awal dan akhir cerita, itupun bagi saya porsinya sangat kurang.

Noblesse: Attention Please! Itu adalah semacam short-side story dari Noblesse yang diciptakan untuk keperluan iklan salah satu produk elektronik ternama. Biarpun pendek, tapi saya sangat terhibur membacanya. Rai dengan segala kegaptekannya adalah nilai jual utama dari kelima chapter cerita ini. Yang paling lucu menurut saya adalah Attention Please Note 08 di mana Rai akhirnya mencoba teknologi 3D untuk pertama kalinya. Saya sampai tersenyum-senyum sendiri setiap kali membayangkan adegan itu.

Kalau di manga, ada yang namanya doujinshi, itu sejenis cerita bergambar buatan fans yang plotnya merupakan kreasi penggemar itu sendiri, tapi tokohnya meminjam dari manga/anime terkenal. Saya tidak tahu apa sebutan untuk versi Koreanya, tapi ini tidak jauh beda dari sebuah fanfiction. Yah, sederhananya, doujinshi ini adalah fanfiction dalam bentuk gambar.

Coba perhatikan ini:

Adegan di mana Ludis, Kai, dan Rosaria mengantar Lazark sebelum pria itu pergi meninggalkan Lukedonia sebenarnya adalah kejadian mengharukan yang berakhir tragis bagi Lazark. Tapi namanya fans, selalu bisa menemukan sisi lain di balik sebuah peristiwa. Coba kalau kejadiannya seperti ini, Lazark tidak akan mati dan membuat para pembaca bersedih.

Kalau yang ini, ceritanya Lord yang konyol banget itu sedang memasuki mode attention seeker-nya, jadi dia pura-pura sakit biar dapat perhatian. Berbeda dengan doujinshi-nya Lazark di atas, doujinshi-nya Lord ini murni hasil kejahilan fans.

Silakan kunjungi deviantart untuk melihat karya-karya lain yang serupa. Ada banyak sekali di sana, dan hampir semua lucu.

My Favourite: a So-Called Summary

Battle. Dengan jumlah episode lebih dari 400, tidak mengherankan kalau sudah ada banyak adengan pertempuran yang terjadi. Favorit saya, meski ini menguras terlalu banyak emosi, adalah pertempuran Lazark dengan para mantan family leader dan werewolf yang berencana menyerang Lukedonia. Ini adalah pertarungan protagonis vs antagonis pertama di mana si protagonis harus bertarung sendirian sampai akhir. Keberhasilan Lazark menahan para penyerang itu sekaligus membunuh seorang werewolf yang juga terkenal dengan kecepatan, sama seperti dirinya, adalah hal yang sangat hebat bagi saya. Belum lagi adegan pertempuran ini ditutup dengan gambar Lazark menatap langit dengan tangan buntung dan pikiran yang masih saja lekat dengan Lukedonia yang dia cintai sampai akhirnya perlahan-lahan jiwanya memasuki fase eternal sleep. Oh, damn feels! T_T

Bromance. The Kertia Bromace, for sure. Saya begitu menyukai bagaimana dua orang bersaudara ini menunukkan kasih sayang mereka terhadap satu sama lain. Lazark yang kaku dan tidak banyak bicara tapi bersedia memberikan soul weapon dan juga posisinya sebagai family leader kepada Rael hanya karena adiknya itu menginginkannya. Rael yang meski menolak memanggil kakaknya dengan sebutan family leader tapi selalu terlihat begitu bahagia dan bangga jika Lazark memujinya. Tapi di atas semua itu, moment Kertia Sibling favorit saya adalah ketika Lazark bertarung dengan Frankenstein di season 4. Rael yang digambarkan selalu haus kekuatan ternyata tidak berpikir dua kali untuk memberikan soul weapon-nya kepada Lazark agar kekuatan kakakknya menjadi sempurna dan dia bisa mengalahkan Frankenstein.

Saking sukanya saya sama kakak-beradik ini, saya sering sekali membaca ulang beberapa chapter Noblesse hanya untuk melihat interaksi keduanya. Oh iya, ini ada beberapa Kertia Sibling fanart yang saya temukan di beberapa situs.

Chapter(s). Banyak hal yang menjadikan cerita ini menarik di mata saya. Chapter favorit saya pun tentu saja adalah yang mengandung unsur-unsur itu. Chapter 196-200, misalnya, ketika pertarungan antara Raizel dan Laskreia selesai dan kesalahpahaman antara mereka sudah dijernihkan, Raizel kembali ke mansionnya, lalu disusul para anggota RK-5. Ketika M-21, Tao, dan Takeo hendak ganti baju, mereka mendapati bahwa ternyata Tao membawa ramyeon di dalam kopernya, berkata bahwa dia membaca di internet kalau ramyeon adalah makanan yang wajib dibawa ketika sedang bepergian (damn it, Tao, you go to Lukedonia to fight a noble and you might dead, what’s with all this ramyeon thingy? lol). Yang menarik dari keberadaan ramyeon ini adalah tatapan Raizel saat menyadari keberadaan makanan kesukaannya itu, juga ketika Lascrea mengunjunginya dan Raizel menyediakan makanan ini sebagai sajian istimewa, serta ketika dia akhirnya kembali ke dunia manusia dan menghadiahkan sebungkus ramyeon kepada Lascrea sebagai tanda perpisahan.

2roj5gl[1]
Look at his gaze! Apperently, this is a proper way for a nobblesse to express his burning love for a cheap food.

Coba juga tengok chapter 325-336. Lagi-lagi Raizel x Lascrea moment bertebaran di sini. Kali ini, giliran Lascrea yang mengunjungi dunia manusia, tempat di mana Raizel berada. Dia datang untuk menyerahkan Ragnarog kepada Raizel yang keadaannya semakin melemah. Dimulai dari adegan penusukan yang dilakukan Lascrea dengan brutal dan unlady-like ke dada Raizel, kemunculan spirit Lord sebelumnya, pengrusakan dapur oleh Gechutel, Rael yang mengeluarkan soul weapon-nya untuk membereskan dapur, trio M21-Tao-Takio yang langsung berubah setelah tahu bahwa dapur kesayangan boss mereka telah dirusak, upaya rekrutmen member terbaru RK yang dilakukan Tao, dan paling utama, adegan saat Lascrea mengunjungi sekolah. Boleh dibilang, chapter ini adalah bagian di mana hidup mereka terasa begitu damai, tanpa gangguan dari para Elder dan antek-anteknya.

Chapter lain yang menurut saya harus dimasukkan di sini adalah chapter 399-400, di mana Edian mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Raizel. Saya selalu lemah terhadap cerita cinta yang berakhir tragis, dan apa yang lebih tragis di sini selain kisah cinta Edian kepada Raizel? Saya berpikir kematian Lazark itu menyedihkan, tapi mungkin kematian Edian tidak kalah tragisnya dibanding kematian Lazark.

Ada beberapa chapter lain yang mengandung humor-humor minor yang juga sering saya intip-intip kalau sedang bosan.

Character. Tentu saja, seperti kebanyakan pembaca lain, saya cenderung lebih menyukai karakter utama dibanding yang lain. Raizel dan tatapan sendunya itu somehow mengingatkan saya pada Lee Donghae. Sifatnya yang pendiam dan kebanyakan berbicara hanya lewat ekspresi wajah adalah hal yang menurut saya sangat unik. Ditambah lagi ketidakpahaman noblesse satu itu akan perkembangan teknologi (damn that door and cell phone and online game and coffee maker), juga bagaimana dia selalu kesulitan menemukan arah hingga Frankenstein merasa harus selalu menemaninya. Fakta bahwa umurnya akan berkurang setiap kali dia menggunakan kekuatannya pun adalah sebuah keistimewaan hingga pembaca yang biasanya berharap tokoh kesayangannya bertempur habis-habisan untuk mengalahkan musuh, justru menjadi prihatin setiap kali Raizel menggunakan kekuatannya. Perpaduan semua itu terkesan begitu apik.

Couple. Seperti sudah saya sebutkan di atas: Raiscrea. Pasangan ini adalah manga/manhwa-based couple kedua setelah Naruhina yang betul-betul saya inginkan untuk bisa bersama di akhir cerita nanti. Coba perhatikan beberapa fanart berikut. Aren’t they cute?

noblesse__rai_and_lord_by_camellia029-d5c5s6uAef3f9413730f2276f6a31eebb95afe5-d5d9g4c[1]12317646_1632490387012093_1940450617_n[1]unnamed

For Spoiler (Just In Case You Need It)

Selain via Line Webtoon, cerita ini juga bisa dibaca di beberapa situs online lain.

Versi asli berbahasa Koreanya dirilis di naver sehari sebelum cerita ini dirilis di Line Webtoon. Kalau ada yang mengerti Hangul, bisa mengurangi sedikit waktu menunggu dengan membaca raw version-nya yang terbit setiap Senin malam.

Untuk spoiler yang levelnya lebih advance, silakan kunjungi noblesse wikia. Di sini updatenya selalu tiga chapter lebih awal, jadi kalau di Line Webtoon baru rilis chapter 400, misalnya, di wikia kita sudah bisa mengetahui jalan cerita untuk episode 403. Cerita di wikia disajikan dalam bentuk narasi dengan tambahan satu atau lebih gambar.

Saya pribadi menggunakan mangafox untuk membaca versi berbahasa Inggris dan wikia untuk sneak peek chapter selanjutnya. Kenapa bukan di Line Webtoon? Pertama, saya tidak punya aplikasinya. Malas download. Haha.. Kedua, setelah dibandingkan, saya merasa translate versi mangafox lebih sesuai selesai saya. Kalau di Line Webtoon honorific speech-nya pakai Sir dan selebihnya hanya ditranslate begitu saja ke dalam bahasa Inggris, saya merasa versi mangafox yang masih menggunakan istilah seperti hyung, noona, -nim, dan seonsaeng lebih mempertegas kesan Korea yang melekat di dalam cerita ini. Tapi kembali lagi, ini tergantung selera masing-masing pembaca.

Disclaimer

Semua gambar yang saya pajang bukan milik saya. Sebagian besar saya peroleh di deviantart dengan hastag: noblesse.

Advertisements

2 thoughts on “Noblesse and My Sudden Fondness For Cadis Etrama Di Raizel

  1. Kak! Demi apa akhirnya aku menemukan artikel yg bisa kucurhati tentang rasa fangirling menggebu-gebu sama Raizel dkk. 😂😂 Sebenernya aku pertama liat Noblesse di webtoon itu sama sekali ngg tertarik. Cuma gara2 terngiang-ngiang sama iklan Webtoon di TV dan ceritanya yg ‘katanya’ tenar (emang tenar beneran kali –‘) aku malah semakin kecanduan dan terjerumus ke dalam tatapan sendunya Raizel 😅 aku sukaaa banget waktu dia sama Lascrea. Berasa ada manis-manisnya gitu. Mereka berdua kiyut bikin gemezz. Dan soal Edian, (plis jgn bashing atau merasa tersinggung ini cuma opini aku) awalnya aku ngira dia cowok gara2 ngg terlalu fokus liat ke ‘itu’nya 😂 dan waktu episode 400 pas dia nyelametin Rai aku malah mikir gini “d*fak jadi selama ini dia cewek?” gara-gara ini aku jadi nggak ngefeels sama mereka berdua dan cenderung membenci Edian (ini karena gaada antisipasi. Aku kira dia cowok tulen soalnya) Karena sejatinya aku Lascrea-Rai shipper garis keras dan tidak menginginkan kemunculan orang ketiga di beberapa episode terus dengan enaknya jadi pencuri adegan karena nyelametin Rai (walau setidaknya aku juga bersyukur Rai selamat) tragis sih tragis, tapi aku nggak suka. Jujur aku malah sakit ati pas scene itu -bukannya sedih ._. Dan yah, dari semua battle aku paling terenyuh sama battle-nya Lazark. Aku sampek nangis kejer waktu dia mati kayak gitu 😭😭 Berasa pengen nebas kepala Gradeus pake dark spear + blood field + semua kekuatan tetua union + kepala keluarga + kaum werewolf pokoknya dijadiin satu buat bunuh si uban putih berponi itu 😭😭😭

    Tapi yg pasti aku suka sama semua karakter protagonis (kecuali Edian, apparently) walaupun ga yakin kalo Frankenstein itu baik tapi aku suka karena gayanya yg so badassss gitu 😍 Tapi Rai tetap yg pertama 😍 Makasih udah nulis review ini ya kak 😁😁😁

    1. tau gak, komentar kamu udah sukses bikin aku senyum-senyum sendiri. aku selalu seneng baca komentar yang antusias begini. rasanya ga percuma ngetik panjang-panjang. hahaha.
      soal lazark, yes, aku juga sedih bgt pas liat dia mati. rasanya hati ini langsung hampa, semacam ga rela gitu kehilangan family leader nan cakep dan berkharisma.
      aku selalu mikir ancaman terbesar di cerita ini nantinya bukan dari pihak union, tapi dr franky sm muzaka. frankenstein sptnya bakalan jadi salah satu ancaman besar gara2 anak kecil di masa lalunya itu. apalagi dia belum sepenuhnya bs ngendaliin dark spear. dan kamu perhatiin ga, muzaka tuh dikasih semacam obat gitu sm dr.crombell, dan bentuknya persis sama yang dikasih ragus ke edian. efeknya ke edian udah kelihatan. ragus jadi gampang memanipulasi dia, jadi sama muzaka juga kurang lebih bakal kayak gitu. tp gimanapun juga, rai pasti bs ngelewatin semuanya krn lascrea bakal selalu ada buat mendampingi (ehem, ngebantu) dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s