six-first-kisses-donghae

Second Kiss: Jessica Jung

Darah muda. Semua yang Donghae lakukan bersama Jessica didasari alasan bahwa mereka sama-sama remaja yang terkekang jadwal latihan super padat hingga nyaris tidak mungkin bersosialisasi dengan orang-orang di luar lingkup manangemen yang menaungi mereka. Mereka berkencan dengan dalih terlalu terbiasa bersama hingga rasa nyaman itu muncul di benak satu sama lain. Mereka berpelukan untuk saling menenangkan rasa frustasi dan jenuh terhadap jadwal tidak manusiawi yang menghimpit. Mereka saling bertukar kecupan di waktu-waktu senggang karena hal itu membantu keduanya untuk terlihat normal, layaknya remaja seusia mereka yang sudah mulai mengenal interaksi dengan lawan jenis. Terkadang, mereka bahkan tidak ingin bersusah payah mencari alasan untuk setiap tindakan yang mereka lakukan. Keduanya sama-sama ingin, maka terjadilah yang telah terjadi.

Bersama Jessica, Donghae bukan lagi seorang pemalu akut yang untuk sekadar menggenggam tangan saja butuh mengumpulkan keberanian dalam waktu tidak sebentar. Bersama Jessica, rasa sukanya tidak lagi hanya bisa dia ungkapkan lewat sebuah pesan berisi sebaris kata ‘I Love You’ yang dikirim setiap menjelang tidur. Bersama Jessica, Donghae belajar bahwa kaum hawa menyukai hal-hal romatis.

Ada kalanya, dia menulis surat cinta berisi puisi yang sebagian dia comot bebas dari internet, dan sebagian lagi dia karang sendiri—tentu saja setelah berulang kali menanyakan kepada teman sekamarnya mengenai kelayakan puisi ciptaannya itu untuk diberikan kepada seorang gadis. Surat itu kemudian akan dia selipkan di sebuah celah tersembunyi di bagian atap gedung managemen mereka. Jessica selalu membalas suratnya dengan kalimat yang sama manisnya. Terkadang surat balasan itu dituliskannya di atas kertas merah muda bergambar hati, namun tak jarang dia menuliskannya di atas kertas putih polos yang dengan mudah diperoleh dari resepsionis di lantai paling bawah gedung.

Di beberapa kesempatan, Donghae memberikan kado kepada kekasihnya itu. Bentuknya bukan berupa benda mahal dan berkilau. Sekadar boneka atau kalung yang dibeli dengan harga murah di toko kecil pinggiran jalan pun sudah cukup untuk mengembangkan senyum di bibir Jessica. Donghae kadang mendapatkan sebuah pelukan sayang sebagai balasan atas apa yang dilakukannya. Jika beruntung, sebuah kecupan manis akan mendarat di pipinya.

Bersama Jessica, semua terjadi dengan natural dan serba indah.

“Sica-ya, lihat ke mari,” panggil Donghae.

Gadis yang dipanggil itu menoleh, hanya untuk mendapati Donghae sedang berdiri menghadap ke arahnya. Kilauan dari blitz kamera menyusul tak lama kemudian.

Donghae tersenyum puas ke arah kamera digital dalam genggamannya. Di layar benda itu, tampak gambar kekasihnya sedang menatap ke arahnya dengan raut wajah sangat lucu. Matanya sedikit terbelalak, celah bibirnya terbuka agak lebar hingga Donghae yakin kalau saja ada serangga lewat, makhluk itu bisa dengan bebas masuk ke dalam mulut Jessica.

Image-mu sebagai seorang Ice Princess bisa runtuh kalau gambar ini dilihat orang lain,” canda Donghae.

Mendengar itu, Jessica langsung memasang tampang cemberut yang alih-alih membuat Donghae khawatir, justru membuat pria itu tertawa senang.

“Aku akan marah kalau kau tidak menghapusnya.”

Wae? Kau tampak lucu di sini,” sahut Donghae yang kembali tersenyum setelah memperhatikan foto itu sekali lagi.

Oppa!” protes Jessica.

Donghae terkekeh sekali lagi sebelum akhirnya memutuskan untuk mengalah dan menghapus foto yang baru saja dia abadikan. Rengekan manja Jessica bukanlah hal yang mudah untuk dia tolak.

Pria itu mengangkat kameranya, memastikan Jessica melihat tulisan ‘terhapus’ di layar benda itu. “Kau puas?” tanyanya kemudian.

Jessica menjawabnya dengan sebuah anggukan dan seulas senyum senang.

“Baru?” tanya gadis itu. Dengan dagunya, dia menunjuk benda di tangan Donghae.

Eoh! Ayahku membelikannya untuk ulang tahunku.” Donghae menjelaskan dengan senyuman penuh rasa bangga tersemat di bibirnya.

Bukan rahasia lagi kalau pria itu sangat mengidolakan ayahnya. Donghae bahkan pernah bercerita kepada Jessica bahwa satu-satunya alasan dia berada di Seoul adalah karena ayahnya menginginkan dia menjadi seorang artis. Kalau bukan karena pria itu, Donghae mungkin hanya akan tumbuh sebagai seorang pemuda pesisir yang sesekali akan menghabiskan waktunya dengan memetik gitar di tepi pantai.

Donghae menengadahkan satu tangannya yang bebas di depan Jessica. “Kau belum memberikanku kado,” ujar pria itu. Ada seringai tipis nan jahil yang tampak di wajahnya.

Jessica bukannya lupa. Sejak beberapa bulan sebelumnya, dia sudah memikirkan apa yang akan dia berikan kepada Donghae di hari ulang tahun kekasihnya itu. Seohyun menyarankan agar dia memberikan sebuah syal rajut, yang karena ide itulah dia kemudian nyaris tidak tidur selama berhari-hari. Jessica mengutuki tangannya yang jauh dari kata terampil, karena sampai ulang tahun Donghae sudah lewat pun, kado itu belum juga selesai.

“Aku sibuk, jadi tidak sempat mencarikan kado untukmu.”

“Bahkan Yoona menyempatkan diri untuk mencari kado untukku. Bagaimana mungkin kau tidak?”

Jessica hanya bisa diam. Dia tahu dirinya bersalah.

“Kalau kau mau, masih belum terlambat untuk memberiku kado,” ujar Donghae sok misterius.

“Eh?”

“Tersenyumlah,” perintah Donghae sembari mengarahkan lensa kamera menghadap dirinya dan Jessica.

Klik!

Empat buah pose manis sepasang remaja dimabuk cinta terabadikan oleh kamera saat itu, satu di antaranya menampilkan kedua orang itu berpose lucu dengan bibir saling menempel. Mereka tidak tahu bahwa beberapa tahun kemudian, foto yang diambil karena keisengan itu akan beredar bebas di internet, membangkitkan emosi banyak penggemar, dan membawa hubungan dua orang di dalamnya berujung pada sebuah perpisahan pahit.

end.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s