Ada yang lucu setiap kali saya membuka blog dan melihat kata-kata kunci pencarian yang membawa orang nyasar ke blog ini. Hal itu kemudian menyadarkan saya tentang standar yang dipakai kebanyakan orang untuk menentukan fanfiction seperti apa yang akan (dan sering) mereka baca.

Tema cinta berlatar belakang perjodohan, persahabatan yang berubah jadi cinta, serta cinta pada pandangan pertama yang kemudian berlanjut dengan adegan-adegan manis dengan sejumlah bumbu berbau dewasa sepertinya menjadi favorit banyak orang.

CINTA.

Satu jalan cerita, beda skenario.

Tidak ada yang salah, sebenarnya. Karena sisi kehidupan manusia memang tidak akan pernah terlepas dari yang namanya cinta. Klise, tapi tidak diragukan kebenarannya. Mungkin atas dasar itulah, hampir semua fanfiction yang saya temukan selalu mengambil tema percintaan, entah itu  sebagai tema utama atau hanya sebagai pelengkap kisah utama (yang biasanya supranatural, thiller, atau horror).

Ketidaknyamanan saya pada tema ini adalah karena jumlahnya sudah begitu banyak, dengan alur atau cara bercerita yang tidak semuanya bisa saya kategorikan layak baca.

Cerita tentang perjodohan, misalnya. Fanfiction seperti ini tidak akan jauh-jauh dari kisah dua orang yang saling benci kemudian dijodohkan. Lalu setelah beberapa waktu berselang, mereka akan menyadari perasaan masing-masing. Dan ibarat ending sebuah fairy tale, they’ll live happily ever after, till death do them apart.

Tidakkah pembaca bosan dengan cerita seperti itu? Atau mungkin, tidakkah penulis bosan membuat cerita seperti itu? Karena saya sering sekali bosan. Seakan-akan, tanpa membaca ceritanya pun, kita sudah tahu seperti apa si tokoh utama akan berakhir.

Kebosanan seperti ini biasanya akan ternetralisir dengan tata cara penulisan yang rapi dan dialog yang cerdas. Sayangnya, dua hal itu pun belum tentu didapatkan di semua jenis fanfiction yang beredar.

Sebagian author fanfiction menggunakan excuse semacam, “Ini tulisan gue, jadi suka-suka gue isinya mau bagaimana. Kalau tidak suka, jangan dibaca.” Yes, you’re called author for a reason. Because you have all the authority to make everything you want to happen on your story. Tapi bukankah pembaca juga punya hak untuk dimanjakan dengan cerita bermutu yang disuguhkan dengan menarik?

Tentang dialog, mungkin itu masih bisa dimaafkan. Tidak semua orang bisa menulis dialog yang sesuai selera orang lain, apalagi penulis pemula. Dan sungguh, saya sangat menghargai mereka yang meminta dikritik, apalagi jika mereka bisa menerimanya dengan baik. Yang lebih buruk adalah ketika sebagian penulis menjiplak ide orang lain (dalam hal ini kadang berupa kalimat pernyataan cinta yang ada di novel terkenal) tanpa menyertakan sumber.

Lalu tentang tata cara penulisan. Terlalu banyak penulis fanfiction yang mempublikasi tulisan mereka sebelum memastikan editannya rapi. Pemakaian tanda baca adalah hal paling rawan. Padahal google menyediakan semua informasi penggunaan tanda baca, jadi tinggal si penulislah yang harus meluangkan sedikit waktu untuk mencoba memahami fungsi setiap tanda baca sebelum menggunakannya.

Saya menulis ini bukan karena saya merasa hebat hingga berhak men-judge tulisan dan selera orang. Saya hanya orang yang (mungkin) membaca sedikit lebih banyak fanfiction dibanding pembaca lain. Saya hanya orang yang (mungkin) sedikit lebih peka terhadap konten sebuah fanfiction dibanding pembaca lain. Dan saya hanya berpendapat.

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya akan memberikan beberapa rekomendasi author yang menurut saya berbakat. Kalau ada yang sudah pernah membaca postingan saya mengenai fanfiction terbaik yang pernah saya baca, sebagian nama di bawah ini mungkin tidak akan terasa asing:

Saya benar-benar jatuh cinta pada Der Marchenclub yang dia tulis. Dari segi ide cerita, penokohan, alur, dialog, dan kerapihan tulisannya benar-benar layak diacungi jempol. Tulisannya yang lain juga tidak kalah menarik. Untuk penggemar dark fiction, tulisan-tulisan pinboo dijamin bisa memanjakan kalian. Dia termasuk author yang rendah hati. Semua komentar yang diberikan pembaca selalu ditanggapinya dengan sangat baik.

Salah satu penulis yang tulisannya selalu membuat saya jatuh cinta. Sayang sekali Beenim sepertinya menarik diri dari dunia fanfiction sejak setahun lalu. Akun sosial medianya sudah jarang aktif, dan blognya juga ditutup. Tapi apapun alasan di balik itu semua, saya bisa memaklumi. Dia kadang masih menyempatkan diri mengupdate tulisan di akun livejournal miliknya.

  • dbskgirl4ever

Pembaca fanfiction di situs asianfanfiction pasti tidak akan asing dengan nama ini. Tulisannya sangat sering menjadi most-upvoted-story. Saya rasa itu sudah bisa membuktikan bahwa dia penulis yang berbakat.

  • Yuli Pritania

Siapa yang tidak kenal Yuli? Saya rasa hampir semua pembaca fanfiction Indonesia pernah membaca karya gadis ini. Haruskah saya menjelaskan bagaimana kualitas tulisannya? Seharusnya tidak usah. People have already known her talent.

  • Uljima

Dia aktif di livejournal. Ciri khas tulisan dia adalah cerita-cerita romance yang kelam. Pairing yang paling sering dia buatkan ff adalah Myungzy (Myungsoo-Suzy) dan Jaenana (Jaejoong-Nana). Saya suka bgaimana dia bertutur: ringan, tidak dengan konflik yang didramatisir, dan selalu bisa membuat saya tersenyum setiap mencapai ending. Bukan karena ending ceritanya manis. Sudah saya bilang, tipikal tulisannya adalah dark-fiction. Dan ending dari cerita-cerita bernuansa kelam yang hampir selalu open khas Uljima inilah yang membuat saya suka.

  • Sundaysundaes

Dilihat dari caranya bercerita, saya tahu orang ini punya bakat menulis yang besar. Dia bisa menyulap sebuah cerita dengan ide sangat sederhana menjadi sebuah cerita panjang yang sama sekali tidak menjemukan bagi saya. Coba saja baca The Marriage Life of Mr. Byun yang bahkan masa pra nikahnya saja sudah mencapai 30-an chapter. Itu belum termasuk Unnerving dengan segala ke-angsty-an yang dikandungnya, yang saya yakin akan membuat pembaca geregetan di setiap chapter.

  • Nisya

Saya dulu sering mengunjungi blognya untuk membaca fanfiction tentang Lee Donghae. Dan saya menyukai ide-ide ceritanya yang terkadang agak nakal dan somehow, lucu bagi saya. Salah satu tulisan author ini juga ada yang saya rekomendasikan di postingan saya mengenai ff terbaik yang pernah saya baca. Judulnya When I Fall.

Advertisements

One thought on “Reading Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s